Bukan terjebak kemacetan Jakarta, yang tidak pernah ada solusinya itu, dan bukan pula seperti dalam film – film dimana ‘sang jagoan’ terjebak oleh musuhnya…. Kata -kata terjebak cenderung berkonotasi negatif menurut orang awam pada umumnya, tetapi tidak pada aku …
Saat menulis ini, aku lebih memilih kata ‘terjebak’ menjadi sesuatu hal yang menyenangkan. Mengapa tidak?toh engga dilarang oleh pemerintah, maupun institusi lembaga bahasa khan??
Suatu waktu, bulan february 2009 tepatnya, dengan rutinitas hidup yang sangat disyukuri ini saya tiba-tiba menderita! oleh karena himpitan pembuluh jantung… menyebabkan sulit nafas, terasa tusukan-tusukan kecil tapi berkali kali di dada ini…Fiiuuhhh!! hampir 4 detik tidak mengirup udara ini… dan pada akhirnya, dengan penuh rasa bersyukur, ternyata saat itu bukan ‘saatnya’ aku menghadapNya.. Memang sebelum saat itu saya dalam keadaan underpressure oleh pelbagai masalah kerjaan yang saya hadapi, dibumbui dengan salah satu masalah Ayah saya, yang mengakibatkan kenaikan tingkat ngopi dan merokok saya. Wajar!
Namun, disisi lain saya menanggapi kejadian tersebut sebagai kejadian yang sangat luar biasa, bagaimana tidak, 4 detik!! berhenti detak jantung ini!! Dan sesaat setelah kejadian saya berdoa. Dengan merendahkan diri serendah-rendahnya, sampai lantai… aku berdoa. Dan dengan kedekatanya aku dan DIA, menjadikan aku menyadari bahwa betapa pentingnya waktu ( coba klo waktu tsb ditambah 7 detik. apa jadinyaaa???) hehe….
Terkait dengan hal tersebut, saya mencoba mengutarakan maksud ‘terjebak’ . Dalam konteks ini, ada kalanya tidak hanya kopi dan rokok yang berlebihan yang bisa membuat tubuh ini terasa sesak… tetapi banyak pula orang, merasa sesak nafas karena perasaan kecewa, sedih, bahkan senang.. ingat!! tubuh kita berkoordinasi dengan saraf perasaan kita!!(dikutip dari teori dion) .Nah , pernahkan anda terjebak dalam ruang hati?
Ternyata ‘hati’ kita ini bukan hanya tempat yang orang bilang perasaan… (dikutip lagi dari lagu ‘dalam hati’ dea mirela). Di hati kita ini, kita memiliki ruang, yaitu ruang tempat tinggal perasaan , perasaan sedih, senang, bahagia, dan bla..bla..bla… Saya sadari (walaupun saat ini sembari menenggak anggur merah’ cap orang tua’) bah!! bahwa ‘ruang hati’ inilah yang menjebak saya dalam kebahagiaan… dimana saya dapat merasakan segala sesuatu yang indah dalam ruangan itu….
Mungkin sekarang anda sudah gerah dan bertanya apa kaitanya dengan ‘dancing queen’ sebagai judul naskah ini??
Ini adalah prolog , dari sebuah kisah baru sang penulis yang sedang jatuh cinta dengan ratu dansa, alias penari… dengan ini saya mempersembahkan cerita saya…. semoga tidak bermanfaat bagi orang -orang yang waras seperti saya… enjoy it!
to be continue…

